Jumat, 09 Desember 2011

Berikan Umrahmu Untukku

Hari ini status Raudah (13 tahun) dan Rahman (5 tahun) berubah menjadi ‘Anak Yatim’. Setelah Sang Ayah  tercinta Masrawan (35 tahun) meninggalkan mereka dengan kondisi menderita penyakit liver akut yang tak sempat tertolong karena ketiadaan biaya. Tak ada yang dapat menduga bagaimana nasib pendidikan kedua bocah ini kelak sepeninggal Sang Ayah. Masrawan bukan seorang konglomerat yang meninggalkan segudang harta warisan. Dia juga bukan seorang pegawai negeri yang masih bisa diharapkan uang pensiunnya oleh anak-anaknya. Dia hanyalah seorang tukang kayu yang bekerja sebagai buruh upah untuk membuat lemari atau ranjang kayu yang penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok dan biaya sekolah kedua anaknya. Itu pun harus didapatkan melalui kerja keras dari pagi sampai malam hari. Dan inilah salah satu pemicu penyakit yang dideritanya. Sementara ibu mereka Herlinawati (31 tahun) hanyalah seorang ibu rumah tangga yang tidak mempunyai pekerjaan tetap.
Kenyataan di atas hanyalah bagian kecil dari potret kehidupan yang dapat kita jumpai di lingkungan kita. Bagaimana akhirnya nasib pendidikan anak-anak seperti Raudah dan Rahman ini harus berhenti di tengah jalan karena alasan biaya. Mereka kadang terpaksa harus turun ke perempatan lampu merah untuk mengharap uluran tangan orang-orang yang tidak berprasangka buruk terhadap mereka.
Ironisnya, segelintir dari kita ada yang sepertinya kebingungan untuk mempergunakan rezeki yang dititipkan Allah. Sehingga ada yang menggunakannya untuk pergi pesiar ke luar negeri, membeli mobil mewah agar status sosialnya naik di mata orang-orang. Bagi sebagian lagi yang ingin dinilai sebagai seorang yang agamis, uangnya digunakan untuk pergi umrah setiap tahunnya.
Tak ada yang salah dengan pelaksanaan umrah setiap tahun. Tapi, dimanakah letak nilai kemanusiaan kita kalau setiap tahun kita melaksanakan umrah dengan biaya puluhan juta rupiah. Sementara  tetangga kita merintih kelaparan, anak-anaknya harus drop out dari sekolah. Jika seandainya biaya umrah yang kesekian kalinya itu kita gunakan untuk biaya pendidikan anak-anak  seperti Raudah dan Rahman tadi, mungkin akan dapat membiayai pendidikannya hingga ke tingkat lanjutan.
Sekarang semuanya kita kembalikan kepada nawaitu (baca : niat) masing-masing. Sebab suatu ibadah yang dilakukan dengan niat yang salah hanya akan menghasilkan kesia-siaan. Disinilah kepekaan nilai kemanusiaan kita diasah untuk dapat berbagi dengan sesama.

Selasa, 22 November 2011

Musik Instrumen Latar


Menurut hasil penelitian, musik dengan alunan lembut dan tanpa lirik (instrumen) dapat meningkatkan kualitas kerja otak dan kecerdasan. Misalnya seperti musik klasik dan musik Kenny G.
Berikut ini anda dapat mendowload musik latar yang sering di putar di Toko Buku Gramedia pada link di bawah ini. Semoga bermanfaat.


Kenny G - Forever in Love
Kenny G - Sentimental

KAMUS GRATIS

Bagi anda yang ingin mencari translator/kamu English - Indonesia atau sebaliknya, Aplikasi yang satu ini patut untuk dicoba karena beberapa alasan:
1. Software ini portable, jadi tidak perlu diinstall, dan bisa dibawa kemana-mana dengan flashdisk.
2. Programnya tidak berat, hanya 3,8 mb, setupnya 1 mb
3. Kosakatanya lumayan lengkap.
4. Dan yang  penting, program ini GRATIS... TIS....TISS....



Bagi yang ingin mendownload, silakan klik pada link di bawah.

Selasa, 01 November 2011

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Buat para pengunjung blog ini saya ucapkan Selamat Datang dan Terima kasih atas kunjungannya.
Mohon kiranya berkenan untuk meninggalkan komentar sebagai salam perkenalan dan persahabatan.
Bagi yang ingin tukar link silakan saja. Saya akan menerima dengan senang hati.


Salam,


Hamkani