Ini adalah seri 3 dari postingan saya tentang lagu matematika SD setelah sebelumnya saya berbagi Lagu Matematika SD (1) dan Lagu Matematika SD (2). Sengaja saya posting bertahap agar tidak menjadi artikel yang terlalu panjang dan agar Anda sering-sering berkunjung ke blog ini. Hee...he..he... (ngarep).
1. Bilangan Pecahan (Nada : Pelangi-Pelangi)
Bilangan di atas disebut pembilang
Bilangan di bawah namanya penyebut
Itulah cirinya bilangan pecahan
Adanya pembilang dan ada penyebut
2. Limas Segi Empat ( Nada : Paman Datang)
Rusuknya ada delapan, sisinya ada lima
Titik sudutnya juga ada lima, persegi panjang bentuk alasnya
1/3 luas alas dikali tinggi
Rumus mencari volumnya
Marilah kita ulangi, mengingat sekali lagi
Rusuk delapan, sisinya lima
Titik sudutnya juga ada lima
Limas segi empat itu namanya, seperti piramid bentuknya.
3. Persegi Panjang (Nada : Lihat Kebunku)
Marilah kawan belajar menghitung
Menghitung luas daerah persegi panjang
Caranya mudah tuk selalu diingat
Panjang kali lebar itulah rumusnya
4. Kami Suka Matematika (Nada : Cucak Rowo)
Pagi-pagi pergi ke sekolah
Bertemu bapak ibu guru
Kami siap untuk belajar
Matematika yang nomor satu
Kami belajar bersama-sama
Memecahkan soal matematika
Belajar dengan penuh gembira
Kami suka eh... eh... matematika (2x)
Lagu-lagu lain bisa dilihat di Lagu Matematika SD1 dan Lagu Matematika SD2
Jumat, 24 Januari 2014
Sabtu, 18 Januari 2014
Pendidikan Karakter Perlu Makna!
![]() |
| foto: pendidikankarakter.com |
Ini adalah hari ketiga seorang siswa kelas 6 tidak hadir ke
sekolah karena sakit. Akhirnya kami (saya dan siswa kelas 6) sepakat untuk menengoknya
sekaligus menyerahkan bantuan uang* dari sekolah untuk siswa yang sakit lebih dari dua hari.
Selain itu kami juga mengumpulkan sumbangan sukarela dari semua siswa kelas 6
dan guru kelas 6. Dana yang terkumpul dibelikan makanan sebagai buah tangan
untuk siswa yang sakit.
Di penghujung jam pelajaran Penjaskes kami akhirnya meminta
izin waktu kepada guru olah raga untuk menengok siswa yang sakit tadi. Kami
berangkat menggunakan sepeda karena jarak rumah siswa dari sekolah kurang lebih
2 km. Sebenarnya saya juga ingin menggunakan sepeda agar ada kebersamaan dengan
siswa. Tapi karena saya ke sekolah menggunakan sepeda motor dan ada dua siswa
yang tidak memakai sepeda, akhirnya saya menggunakan sepeda motor dan membawa
boncengan dua orang siswa. Tapi dalam perjalanan saya selalu mengawal siswa
dengan menjalankan sepeda motor perlahan-lahan.
Sampai di tempat kami mohon izin kepada orang tua siswa
untuk menengok anaknya yang sakit. Dia berbaring di ruang keluarga sambil
menonton televisi. Saya sentuh dahinya, ternyata panasnya sudah agak turun.
Yang membuat saya heran dia mengenakan seragam olah raga seperti mau ke
sekolah. Dari penjelasan orang tuanya ternyata sebenarnya hari ini dia ingin
berangkat ke sekolah bahkan sampai menangis, tapi belum diizinkan oleh ibunya
karena kondisinya yang masih lemah.
Setelah berbincang-bincang, menyerahkan bantuan, dan memberi
semangat kami pun berpamitan kembali ke sekolah.
Ada 2 hal yang ingin saya garis bawahi dari tulisan di atas.
Pertama, memberikan pendidikan karakter perlu dirancang dengan kesengajaan
melalui kegiatan-kegiatan yang terencana dan berkelanjutan. Akan lebih bermakna
kalau pendidikan karakter yang dilakukan dengan melibatkan siswa secara
langsung dengan semua panca indra plus hati yang dimilikinya. Kedua, saya patut
berbahagia bahwa ternyata sekolah bukan merupakan tempat yang menakutkan bagi
siswa-siswa saya. Meski dalam kondisi yang masih lemah keinginannya untuk
datang ke sekolah ternyata tetap besar. Sekolah hendaknya menjadi tempat terindah
selain rumahnya sendiri. Ruang kelas yang menenangkan, pembelajaran yang mengasyikkan, teman-teman
yang menyenangkan, dan guru yang dirindukan adalah komponen penentu yang
menjadikan siswa menganggap “Sekolahku adalah istanaku”
Semoga.
*Bantuan sekolah berasal dari "Infak Jum'at" yang berasal dari seluruh elemen sekolah, baik guru, siswa, orang tua siswa, bahkan tamu yang kebetulan berkunjung pada hari Jum'at.
Jumat, 17 Januari 2014
Rasa Ini
Langit mendung, angin bertiup dingin menusuk sendi-sendi tulang.
Kusandarkan tubuhku di kursi rotan di beranda ini yang sudah mulai lapuk dimakan usia.
Di sudut halaman, setangkai bunga mawar yang sudah mulai berguguran kelopaknya tapi masih menebarkan aroma khasnya bergoyang dibelai hembusan angin sore ini.
Tapi semua tak mampu menghalau apa yang kurasakan sekarang.
Aku LAPAAAAAAR. . . .!!!
Kandangan, 12 Juli 2013
Selasa, 14 Januari 2014
Lagu Matematika SD (2)
Setelah lama posting "Lagu Matematika SD (1)", kali ini saya kembali berbagi beberapa lagu yang dapat dipergunakan dalam pembelajaran matematika maupun pembelajaran lainnya. Lagu-lagu berikut bukan hasil karya saya tapi saya dapatkan dari beberapa pelatihan yang saya ikuti.
Berikut lagu-lagunya:
1. Bacalah Bismillah (Nada lagu : Pelangi-Pelangi)
Sebelum belajar bacalah Bismillah
Agar terbiasa ingat pada Allah
Bacalah Bismillah, satukan niatnya
Semogalah kita mendapat ridhaNya
2. Baca Alhamdulillah (Nada lagu : Pelangi-Pelangi)
Sesudah belajar baca Alhamdulillah
Agar terbiasa syukur pada Allah
Baca Alhamdulillah satukan niatnya
Semogalah kita mendapat ridhaNya
3. Bangun Ruang (Nada lagu : Ampat Si Ampat Lima - Lagu Banjar)
Kubus balok limas dan kerucut
Prisma dan tabung
Ditambah bola ditambah bola
Nama bangun ruang
Sisi rusuk dan titik sudut
Unsur-unsurnya
Luas sisinya serta volumnya
Dicari rumusnya
Kubus balok sisinya enam
Rusuknya ada dua belas
Titik sudutnya ada delapan
Sangat mudah ntuk mengingatnya
4. Bilangan Bulat (Nada lagu : Menanam Jagung)
Ayo kawan kita belajar
Kita belajar bilangan bulat
Maju positif, mundur negatif
Diam di tempat nol nilainya
Hitung-hitung mari berhitung
Tambah dan kurang kita kerjakan
5. Jajar Genjang (Nada lagu : Kuda Lumping)
Ada sebuah bangun datar
Bangunnya sangat bersahaja
Punya empat sisi
Dua sisi miring, aduhai asyik sekali
E... Jajar genjang, jajar genjang, jajar genjang
Itu namanya
E... Jajar genjang, jajar genjang, jajar genjang
Terkenal nyata
Mari kita ingat-ingat
Cara mencari luasnya
Alas kali tinggi itulah rumusnya
Aduhai gampang sekali
Langganan:
Postingan (Atom)



