Sabtu, 27 Maret 2010

Rinduku Padamu

Rinduku padamu bagai kelepak elang di smudera luas. Yang menggelepar diterpa ombak.. dihempas angin..
Bila setiap senja tiba..., yg kujelang hanya sepi.
Kasih.. haruskah rindu ini kuadukan pada sepi? .. pada burung-burung yang terbang? atau pada mentari senja yang pudar sinarnya?
Semakin dalam kerinduan ini semakin membuat bayangmu nyata hadir di pelupuk mata. Bisakah aku menepis bila rindu terus berlabuh di sini.
Hijaunya dedaunan, wanginya harum bunga seperti rinduku padamu.
Rinduku padamu bagai elang yang gelisah...
( Mantuyan-Halong, Agustus 1997)

Tips Menghadapi UN/UASBN

Sebagai seorang guru tentunya anda pasti menginginkan anak didik anda berhasil dalam menghadapi UU/UASBN. Berbagai upaya dilakukan dari yang wajar sampai hal-hal yang tidak sesuai dengan aturan agar siswa LULUS!
Disini saya mencoba berbagi tips

yang dapat anda lakukan untuk mempersiapkan siswa anda dalam menghadapi UN/UASBN.
1. Tingkatkan kualitas dan kuantitas bimbingan
Peningkatan kualitas dapat dilakukan dengan meningkatkan kualitas pembelajaran, sedangkan peningkatan kuantitas biasanya dilakukan dengan melakukan kegiatan les yang sebaiknya dilakukan sedini mungkin.(lebih cepat lebih baik...)
2. Tingkatkan motivasi siswa
Memotivasi siswa dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya dengan motivasi spritual. Ajak siswa untuk melakukan doa bersama, melaksanakan shalat hajat bagi siswa muslim dan lain-lain. Motivasi dapat pula dilakukan dengan memberikan penghargaan kepada siswa apabila siswa mampu mencapai target yang ditetapkan. Misalnya dengan mengajak siswa keliling dunia.. he..he..he..
3. Fokus pada kisi-kisi soal
Dalam memberikan materi pelajaran kepada siswa, tetaplah fokus pada kisi-kisi kompetensi UN/UASBN yang ada. Pastikan semua siswa menguasai materi-materi mudah dalam setiap mata pelajaran.
Semoga bermanfaat!
Salam

Kamis, 11 Februari 2010

Mengapa Aku Mencintai Ibumu?

Anakku, kenapa aku menyayangi ibumu?
Karena senyum lembutnya yang selalu hadir dalam datang dan pergiku…
Anakku, kenapa aku menghormati ibumu?
Karena dia selalu mampu menjaga kehormatannya…
Anakku, kenapa aku memuliakan ibumu?
Karena masa depanmu dan masa depan adik-adikmu ada ditangannya
Anakku, kenapa aku tak pernah marah pada ibumu?
Karena tuturnya tak pernah lebih keras dari tuturku..
Anakku, Kenapa aku mencintai ibumu?
Karena cintanya padaku dan padamu melebihi cintanya pada dirinya sendiri..
Anakku, kenapa aku mengasihi ibumu…
Karena dialah yang membangunkan untuk shalat-shalat malamku..
Anakku, kenapa aku tidak mengkhianati ibumu…
Karana aku tak akan mendapatkan wanita seumpama ibumu…
Jadi…
Kenapa aku mencintai ibumu?
Karena dia ‘WANITA SHALIHAH’

Amuntai, 11 Pebruari 2010

Rabu, 28 Oktober 2009

Ciri-Ciri Guru Profesional

Sejak dahulu sampai sekarang, guru menjadi anutan yang dicontoh oleh masyarakat. Seorang guru tidak hanya diperlukan di ruang kelas oleh siswa-siswanya, tetapi juga diperlukan oleh masyarakat di lingkungannya dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi mensarakat di lingkungan sekitarnya.
Sering kita temui dalam melaksanakan fungsinya, seorang guru tidak hanya bertugas mendidik dan mengajar siswa-siswanya di sekolah.Tapi lebih dari itu, seoramg guru terkadang juga mendapat kepercayaan untuk melaksanakan tugas-tugas kemasyarakatan di lingkungan sekitarnya. Ada guru yang dipercaya seagai karang taruna, ketua RT, pengurus mesjid sampai menjadi seorang kepala desa.

Ternyata tugas guru tidak hanya terkait dengan tugas kedinasan saja, tapi juga tugas di luar kedinasan dalam bentuk pengabdian. Tugas guru dapat kita kelompokkan menjadi tiga jenis, yakni tugas di bidang profesi, tugas dibidang kemanusiaan dan tugas dalam bidang kemasyarakatan.

Tugas guru sebagai profesi meliputi mendidik, mengajar dan melatih. Mendidik adalah mengembangkan segi afektif atau nilai-nilai hidup kepada para siswanya. Mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi (kognitif) sesuai dengan kemajuan zaman. Sedangkan melatih berarti mengembangkan potensi keterampilan-keterampilan pada siswa (psikomotor).

Tugas guru dalam bidang kemanusiaan di sekolah adalah seorang guru harus mampu menjadi orang tua ke dua, fasilitator dan motivator bagi siswa dalam belajar. Langkah awal dalam menyampaikan pelajaran bahwa seorang guru harus dapat menarik minat siswa, baik kemampuan mau pun penampilan. Bila seorang guru dalam penampilannya saja sudah tidak menarik, maka hal itu akan dikuti oleh kegagalan-kegagalan berikutnya. Siswa enggan untuk mengikuti pelajaran yang diberikan yang akan berakibat pada gagalnya tujuan pengajaran yang diharapkan.

Dalam masayarakat, guru ditempatkan pada posisi yang lebih terhormat. Karena masyarakat berharap banyak dari seorang guru. Mulai dari seorang teladan sampai pada sumber pengetahuan dan informasi bagi masyarakat.

Ada beberapa kemampuan dan sikap yang harus dimiliki guru dalam melaksanakan tugasnya :

1. Menguasai Kurikulum
Kurikulum sebagai rancangan pendidikan mempunyai peranan dan kedudukan yang sangat penting dalam keseluruhan kegiatan pendidikan. Kurikulum adalah pemandu program belajar mengajar, pelaksanaan dan hasil belajar yang hendak dicapai. Tanpa berpegang pada kurikulum, maka proses belajar mengajar tidak memiliki arah dan tujuan. Karena itu guru yang profesional memiliki penguasaan yang sangat mendalam terhadap kurikulum. Mereka mengetahui cakupan materinya, mengetahui tujuan yang hendak dicapai, mengetahui tata urutan penyajian dan porsi waktu yang diperlukan. Guru juga hendaknya mengetahui bagaimana mengimplementasikan kurikulum dalam program tahunan, program program semester dan persiapan mengajar yang efektif untuk menyerap kurikulum. Kurikulum diikuti dengan peerangkat pedoman pelaksanaan. Pedoman-pdoman tersebut dilandasi oleh dasar-dasar didaktik dan metodik. Guru yang profesional selain menguasai pedoman tersebut juga memiliki kreatifitas untuk mengembangkannya. Guru yang berhasil dalam pengajaran adalah guru yang mampu mempersiapkan siswa mencapai tujuan yang telah dirumuskan dalam kurikulum.

2. Menguasai Materi
Sebagai pengajar, guru hendaknya menguasai bahan atau materi pelajaran yang akan diajarkan serta senantiasa mengembangkan dan meningkatkan kemampuannya. Karena itu sebenarnya guru sendiri adalah seorang pelajar yang belajar secara terus menerus. Guru adalah tempat menimba ilmu bagi para siswanya. Sebagai pengajar ia harus membantu perkembangan anak didiknya untuk meamahami, dan menguasai ilmu pengetahuan. Untuk itu guru hendaknya mampu memotivasi siswa untuk senantiasa belajar pada berbagai kesempatan. Kemampuan ini tidak hanya berdasarkan teori-teori yang diperoleh dari bangku pendidikan, melainkan harus dihayatinya dan disikapi sebagai suatu seni. Seperti kita ketahui guru SD tidak saja harus menguasi salah satu bidang studi pelajaran, melainkan seluruh mata pelajaran. Karena itu belajar secara terus menerus untuk mendalami bahan pengajaran tak dapat dielakkan.

3. Menguasai Metoda dan Teknik Penilaian
Seorang guru akan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik bila ia menguasai dan mampu melaksanakan keterampilan mengajar dengan menggunakan metode yang sesuai dengan pelajaran, tujuan dan pokok bahasan yang diajarkannya. Bahan belajar yang telah dikuasainya belum tentu dapat dicerna oleh siswa bila tidak disampaikan dengan baik. Proses penyampaian ini memerlukan kecakapan khusus. Dengan demikian perlu penguasaan guru terhadap metode penyampaian agar para siswa tidak pasif, melainkan terlibat secara aktif dalam interaksi belajar mengajar. Seorang guru yang cakap dan disegani adalah guru yang manguasai setiap metode sehingga para siswa terangsang untuk terus belajar. Guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pengalaman yang cukup tentang alat-alat dan media sebagai alat bantu komunikasi guna lebih mengefektifkan proses belajar mengajar.
Tidak setiap media/ alat sesuai dengan setiap kondisi belajar mangajar, sehingga doperlukan pula keterampilan untuk memilih dan menggunakan serta menguasahakan media dengan baik. Memilih media pendidikan harus sesuai dengan tujuan , materi, metode serta kemampuan guru dan minat siswa. Hal ini penting untuk diketahui karena metode mtngajar bersifat individual. Artinya seorang guru mungkin dapat menggunakan suatu metode dengan baik sementaa guru yang lain belum tentu demikian. Karena itu penggunaan suatu metode ataupun perangkat peralatan tidak dapat dipaksakan pada seorang guru. Yang terpenting adalah bagaimana gaya interaksi pribadi itu dapat mencapai tujuan melalui tumbuhya hubungan yang positif dengan para siswa. Hal lain yang tak kalah pentingnya adalah kemampuan untuk mengusahakan berbagai sumber belajar yang menunjang dalam proses belajar mengajar.
Penilaian merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses belajar mengajar. Penilaian bertujuan untuk memberikan umpan balik bagi guru dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar maupun bagi siswa sendiri dan orang tua siswa, penilaian bermanfaat untuk mengetahui kemajuan belajar siswa. Demikiknan pula dalam satu babakan belajar mengajar guru hendaknya menjadi penilai yang baik. Kesalahan atau kelemahan dalam penyusunan alat-alat penilaian, misalnya tes hasil belajar,dapat memberikan dampak yang negatif terhadap proses belajar mengajar. Misalnya, penggunaan tes objektif yang terus menerus mengakibatkan anak kurang berungguh-sungguh dalam belajar. Penilaian ini di sekolah hendaknya dilakukan secara objektif, kontinyu serta mempergunakan berbagai jenis yang bervariasi.

4. Komitmen Terhadap Tugas
Ciri pokok profesionalisme adalah apabila seseorang memiliki komitmen yang mendalam terhadap tugasnya. Kecintaan terhadap tugas diwujudkan dalam bentuk curahan tenaga, waktu, dan pikiran.
Profesi guru sangatlah berlainan dengan profesi lainnya, karena pekerjaan guru menyangkut pertumbuhan, perkembangan fisik dan intelektual seorang anak manusia. Segala kegiatan belajar mengajar harus disiapkan secara matang. Untuk itu guru harus benar-benar menyatu, menjiwai dan mengahayati tugas-tugas keguruannya. Guru yang demikian akan mencintai siswa dan tugasnya. Hasilnya dapat dipastikan akan jauh lebih baik dan lebih bermakna.

5. Disiplin
Pendidikan adalah suatu proses, bersama proses itu anak tumbuh dan berkembang dalam belajar. Pendidik dengan sengaja mempengaruhi arah proses itu sesuai dengan tata nilai yang dianggap baik dan diterima serta berlaku dalam masyarakat. Kuat lemahnya pengaruh itu sangat bergantung pada tata disiplin yang ditetapkan dan dicontohkan oleh guru.
Di kelas guru adalah pemimpin yang menjadi teladan dan panutan siswa-siswanya. Oleh sebab itu disiplin bagi seorang guru merupakan bagian penting dari tugas-tugas kependidikan. Dalam hal ini tugas guru bukan saja melatih sikap disiplin pada anak didiknya tetapi juga lebih penting adalah mendisiplinkan diri sendiri sebagai ciri khas seorang guru.