Minggu, 10 November 2013

Anda Guru Profesional? Sebaiknya Miliki Alat Ini!


"Laptop nggak punya, printer juga nggak punya...., Aku nggak punya duiiittttt!!!! Tapi pelesiran kok bisa??? Jangan sampai ini terjadi pada Anda! GURU PROFESIONAL!

Teringat dengan arahan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Utara di hadapan ratusan guru penerima sertifikat pendidik tahun 2013 yang lalu. Beliau mengatakan bagi guru-guru yang mendapatkan tunjangan profesi hendaknya dapat meningkatkan kualitas profesional agar proses dan hasil pendidikan dapat meningkat. Beliau juga menegaskan boleh saja pola dan gaya hidup berubah setelah kesejahteraan meningkat, tapi tujuan utama dari tunjangan sertifikasi adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia melalui peningkatan kesejahteraan guru. Jadi pola dan cara mengajar/mendidik juga harus berubah menuju ke arah yang lebih baik.
Oleh sebab itu bagi Bapak dan Ibu Guru yang sudah mendapatkan tunjangan sertifikasi sepertinya perlu (kalau boleh dikatakan wajib) memiliki peralatan berikut ini sebagai salah satu indikasi Anda adalah Guru Profesional!

1.Laptop

Laptop
 Peralatan yang satu ini sepertinya merupakan peralatan wajib guru profesional. Dengan peralatan ini guru dapat terbantu dalam mempersiapkan pembelajaran. Mulai dari membuat perangkat, media, LKS, alat evaluasi sampai menyimpan dan mengolah hasil evaluasi siswa.

2. Printer


Printer
Adakalanya dokumen yang dibuat pada laptop harus dituangkan dalam bentuk lembaran kertas sebagai bukti autentik. Oleh karena itu selain laptop guru juga memerlukan printer untuk memprint out dokumen yang telah dibuat. Misalnya bukti fisik perangkat pembelajaran, lembar kerja siswa, soal tes, daftar nilai dan lainnya.

3. Modem
Modem



Alat ini diperlukan untuk akses internet. Di tengah pesatnya perkembangan informasi dan teknologi  guru dituntut untuk selalu mengikuti perkembangan yang terjadi agar informasi dan konsep yang disampaikan kepada peserta didik tidak kadaluarsa dan miskonsepsi. Salah satu media yang digunakan untuk mengupdate informasi tersebut adalah internet. Nah, untuk dapat mengakses internet diperlukan koneksi internet dan perangkat seperti laptop, komputer desktop, tablet, dan smartphone. Sementara untuk dapat terkoneksi ke internet dapat dilakukan melalui beberapa alternatif. Modem diperlukan bagi guru yang di rumah dan sekolah tidak memiliki akses internet kabel dan hotspot.

4. LCD Proyektor
Proyektor

Pembelajaran yang baik salah satunya ditunjang dengan memberikan pengalaman menarik dan nyata bagi siswa. Kombinasi antara Laptop dan LCD proyektor dapat memberikan pengalaman menarik bagi siswa. Guru dapat menampilkan gambar, lagu, video, soal, dan lembar kerja melalui proyektor. Jadi guru tidak perlu susah menuliskan kembali soal yang telah dibuat di rumah atau tidak perlu membawa gajah ke depan kelas.

Selain peralatan di atas ada baiknya guru juga memiliki mouse presentasi dan smartphone. Mouse presentasi berguna untuk guru yang tidak betah duduk di depan laptop ketika menampilkan slideshow pada powerpoint. Dengan alat ini guru dapat mengontrol laptop meskipun sambil berkeliling kelas. Sedangkan smartphone akan sangat berguna kalau guru ingin mencari informasi di internet dengan cepat. Misalnya ketika menghadapi pertanyaan dadakan dari siswa, seperti postingan saya terdahulu tentang "Gengsikah Guru Kalau Tidak Dapat Menjawab Pertanyaan Siswa?".

Smartphone
Mouse presentasi

Gengsikah Guru Kalau Tidak Dapat Menjawab Pertanyaan Siswa?

sumber : http://teaching.monster.com
"Anak-anak ingat ya, kalo 1/2 dibagi 1/4 itu artinya sama dengan 1/2 dikali 4/1. Jadi pecahan pembagi harus dibalik kalau ingin mengubahnya menjadi perkalian" dengan lantang seorang guru menjelaskan materi tentang pembagian bilangan pecahan di depan puluhan siswanya. Salah seorang siswa mengacungkan tangan. "Mengapa harus dibalik?" tanya siswa tadi. Si guru yang kaget mendapat pertanyaan seperti itu menatap tajam kepada siswa tadi. "Pokoknya memang seperti itu aturannya. Kalau kamu mau menghitung pembagian bilangan pecahan, ya harus membalik bilangan pembaginya!" jawab si guru ketus.
Semoga potongan cerita di atas tidak pernah Anda lakukan sebagai seorang guru. Walaupun kejadian seperti ini mungkin saja terjadi di kelas kita. Reaksi yang dimunculkan seorang guru berbeda satu dengan lainnya. Reaksi yang paling gampang kita tunjukkan adalah reaksi seperti dalam cerita di atas. Ini adalah cara untuk menutupi ketidaktahuan guru terhadap pertanyaan siswa. Maka yang muncul adalah sikap arogan dan ego guru sebagai orang yang merasa paling tahu segalanya. Tapi tahukah Anda apa yang muncul dalam benak siswa. Siswa bisa saja mengetahui kelemahan guru yang tidak bisa menjawab pertanyaannya. Tentu ini akan membuat buruk posisi guru di mata siswa. Alih-alih penghormatan yang akan didapatkan guru, malah bisa jadi siswa menganggap remeh guru yang bersangkutan.
Ini juga bisa menjadi pembelajaran buruk bagi siswa karena mereka meniru sikap guru yang tidak bisa mengakui kekurangan atau kelemahannya.
Lantas apa salahnya kalau guru dengan legowo mengatakan kepada siswa belum memiliki jawaban atas pertanyaannya tersebut?  Apakah guru akan dianggap rendah oleh siswa? Saya rasa tidak. Tentu akan lebih bijak kalau pertanyaan siswa tersebut kita tampung sebagai pekerjaan rumah kita untuk dicarikan jawabannya. Sebab bisa saja pertanyaan tersebut akan kembali muncul di masa-masa yang akan datang dari siswa yang berbeda.
Bisa juga pertanyaan siswa tersebut kita lemparkan kembali kepada semua siswa. Siapa tahu diantara sekian banyak siswa ada yang mengetahui jawaban dari pertanyaan. Tapi hal ini tentu saja masih memiliki kelemahan karena guru tidak mengetahui jawaban yang benar. Kalau jawaban yang diberikan siswa salah dan guru mengamini jawaban tersebut karena ketidaktahuannya, maka seluruh kelas akan menerima informasi/konsep yang salah.
 Banyak jalan yang bisa ditempuh seorang guru untuk selalu mengupdate pengetahuan, kemampuan, dan keterampilannya. Guru bisa belajar secara otodidak melalui buku serta melalui media informasi lain seperti media cetak, elektronik, dan internet. Bisa juga dengan cara meningkatkan kualifikasi pendidikan atau kuliah, melalui forum-forum resmi seperti kegiatan KKG, MGMP, bimtek, seminar, dan lain-lain. Atau melalui diskusi non formal dengan teman sejawat atau orang yang memang  menguasai tentang permasalahan yang dihadapi.
So, seorang pendidik akan terus dituntut untuk mengembangkan kemampuan dan pengetahuannya dalam mengimbangi laju perkembangan informasi yang terjadi.
Salam.

Jumat, 01 November 2013

Langkah-Langkah Menghitung Luas Gabungan Bangun Datar




Salah satu materi pelajaran Matematika yang diajarkan di Sekolah Dasar adalah menghitung luas gabungan bangun datar. Luas gabungan bangun datar merupakan gabungan dari dua buah bangun datar dasar atau lebih.



Materi prasyarat yang harus dimiliki siswa agar dapat menghitung luas gabungan bangun datar adalah konsep luas bangun datar dasar.

Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan siswa  dalam menghitung luas gabungan bangun datar adalah :
1. Mengidentifikasi atau menentukan bangun-bangun datar dasar yang membentuk gabungan bangun datar.
    Contoh :

Pada gambar di atas, kemungkinan yang didapat siswa dalam mengidentifikasi bangun datar dasar pembentuk bangun tersebut adalah :
  • L = luas daerah segitiga + luas daerah persegi panjang
 
atau
  • L = luas daerah dua buah segitiga + luas daerah persegi panjang
 
     2. Menentukan pilihan cara yang dianggap paling gampang oleh siswa dalam menghitung luas gabungan bangun datar.
    3. Menghitung luas daerah gabungan bangun datar.

    Rabu, 30 Oktober 2013

    Saya Tidak Menulis! Tapi...


    Lembar kertas putih yang ada di depanku masih terlihat kosong. Tak ada yag dapat kugoreskan di sana. Bukan karena tak ada pulpen untuk dituliskan. Sebenarnya aku ingin sekali menulis sesuatu. Apa saja. Seperti yang sering dikatakan para penulis senior, "Kalau ingin bisa menulis, ya mulailah menulis!" Masih kata orang, menulis itu banyak manfaatnya. Coba saja kita simak beberapa manfaat dari menulis.

    1. Menulis dapat menghilangkan stres
          Wow, jadi menulis itu semacam obat anti depresi toh? Bisa juga begitu maksudnya Bro! Mungkin sebagian kamu-kamu tidak mempunyai teman curhat yang benar-benar mau menerima segala keluh kesah dan kegalauan kamu. Nah, melalui tulisan kamu bisa marah-marah, teriak, protes, menghiba, menggerutu, atau apapun sepuasnya untuk melampiaskan semuanya. Toh, kertas yag kita coret akan selalu menerimanya dengan lapang dada. Meskipun terkadang nasibnya harus berakhir di tempat sampah. Tragis nian!

    2. Menulis dapat menyalurkan bakat 'ngomong' kamu.
          Banyak yang tidak suka dengan orang yang kebanyakan ngomong atau 'banyak mulut' (Mulut satu saja sudah sulit ngasih makannya, apalagi banyak.) Untuk menghindari label 'banyak mulut' disematkan pada kamu, menulislah solusinya. Segala macam yang ingin kamu omongkan dapat kamu tuangkan ke dalam tulisan sehingga tidak menjadi sebuah bakat yang terpendam.

    3. Menulis dapat mengabadikan momen penting
          Tidak semua kejadian penting atau berkesan dapat ditangkap oleh lensa kamera atau terekam media audio. Disinilah tulisan menjadi sangat penting untuk mengabadikan momen-momen penting dalam hidupmu.

    4. Tulisan dapat membuatmu dikenang sepanjang zaman.
          Banyak penulis-penulis yang jasadnya sudah terkubur tapi nama dan hasil karyanya masih dikenang sepanjang masa. Nama-nama seperti Buya Hamka, Marah Rusli, Sutan Takdir Alisyahbana, dan penulis lainnya masih tetap dikenal sampai sekarang karena karya-karya mereka.

    5. Menulis dapat membuatmu kaya.
          Coba kamu hitung berapakah penghasilan seorang penulis yang bukunya berhasil menjadi 'best seller'. Misalkan saja buku yang terjual sebanyak 1 juta copy dan si penulis mendapatkan royalti 5% dari harga buku. Anggaplah harga sebuah buku best seller Rp 60.000,- maka royalti yang akan didapatkan penulis adalah .... buanyaakkk ( Hehehe.. hitung sendiri aja).

    Lembaran kertas putih di depanku tetap saja kosong. Tapi anehnya aku berhasil menyelesaikan tulisan ini. Ya, aku memang tidak menulis sedikitpun. Tapi yang kulakukan adalah 'MENGETIK'.