Selasa, 03 Desember 2013

Diklat Guru Pemandu Matematika SD Tahap Lanjutan di P4TK Matematika Yogyakarta

Pembukaan Diklat

Jeda 2 tahun setelah mengikuti Diklat Guru Pemandu Matematika SD Tingkat Dasar yang dilaksanakan oleh P4TK Matematika Yogyakarta di LPMP Banjarmasin, bersyukur di penghujung tahun 2013 ini saya kembali dipanggil untuk mengikuti diklat serupa untuk tahap 2 atau tahap lanjutan. Diklat yang dilaksanakan dari tanggal 29 Nopember s.d 11 Desember ini diikuti oleh 35 peserta dari 10 provinsi di Indonesia merupakan diklat lanjutan dari pelaksanaan diklat tahap 1 yang telah dilaksanakan beberapa tahun sebelumnya. Tidak semua peserta tahap 1 dipanggil untuk mengikuti diklat tahap lanjutan ini. Panitia memiliki kriteria-kriteria yang menjadi acuan untuk melakukan pemanggilan peserta diklat.
Foto Bareng Peserta dan Narasumber
Bagi saya pribadi, diklat kali ini memiliki kesan tersendiri karena memiliki beberapa alasan. Pertama, kalau diklat yang pertama dilakukan di daerah saya sendiri, maka diklat kali ini dilaksanakan di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Matematika (PPPPTK Matematika) Yogyakarta. Kedua, secara formal saya banyak mendapatkan ilmu dan pengalaman baru dari para Widya Iswara tingkat nasional. Secara non formal, saya dapat berinteraksi dengan teman-teman guru dari berbagai daerah di Indonesia. Beberapa diantaranya ada yang memiliki prestasi di bidang matematika tingkat nasional bahkan tingkat internasional.   Sehingga semakin memperkaya keilmuan dan pengalaman saya di bidang matematika khususnya matematika SD.
Sebagian besar materi yang diberikan pada diklat kali ini lebih diarahkan pada penerapan kurikulum 2013.Ini dilakukan untuk menyongsong kebijakan pemerintah yang menginginkan kurikulum 2013 diterapkan di seluruh sekolah di Indonesia. Struktur materi yang diberikan bervariasi namun masih dalam ruang lingkup keilmuan matematika yang dihubungkan dengan pembelajaran menurut kurikulum 2013. Berikut adalah narasumber materi pada kegiatan ini:
  1. Dr. Supinah
  2. Drs. Marsudi R. M. Sc. Ed
  3. Drs. Agus Suharjana, M.Pd
  4. Dra. Pujiati, M.Ed
  5. Sri Wulandari D.,S.Si.,M.Pd
Di penghujung tulisan ini saya berharap semoga ilmu dan pengalaman yang saya peroleh dapat menambah kualitas dan profesionalisme yang bermuara pada peningkatan kualitas proses dan hasil belajar siswa.
Aamiin.

Jumat, 29 November 2013

Warung Kreatif (Catatan Hari Pertama di Yogyakarta)


Sumber foto: www.anatoemon.com
Karena datang sebelum waktu cek in yang ditentukan maka pagi ini kami harus mencari makan di luar. Sebab jatah makan baru kami dapatkan pada saat makan siang. Sambil menikmati udara pagi yang segar dan dikelilingi suasana yang asri kami menyusuri jalan di kawasan Sambisari Sleman Yogyakarta untuk mencari warung makan yang sudah buka pagi. Setelah berjalan kurang lebih 500 meter, kami mendapatkan warung yang sudah memajang berbagai menu makanan di dalam lemari kaca di depan warung.
Ketika mau memesan makanan ternyata penjaga warung malah mempersilahkan kami untuk mengambil sendiri makanan yang tersedia. Mulai dari nasi, lauk, sampai pada sayuran. Hanya minumnya saja yang disajikan oleh penjaga warung. Sempat kaget juga sebab ini adalah pengalaman pertama saya menemukan warung yang konsumennya diizinkan mengambil sendiri makanan yang diinginkan.
Saya sempat berpikir cara berjualan seperti ini tidak adil bagi saya yang selera makannya tidak terlalu baik sebab saya harus membayar sama dengan konsumen yang makannya banyak. Tapi setelah dipikir lebih jauh, ternyata ini adalah salah satu strategi pemasaran yang cukup kreatif. Bagi yang selera makannya tinggi ini sangat menguntungkan karena dengan biaya yang sama sudah bisa makan sekenyangnya. Sedang bagi yang selera makannya rendah, sekilas tampak merugikan karena harus membayar sama dengan yang makannya lebih banyak. Tapi hal positif lain dari cara seperti ini adalah konsumen dapat mengambil makanan sesuai dengan keinginan dan keperluan perutnya sehingga perbuatan mubazir dapat dihindari.
Bagi pemilik warung sendiri cara ini tidak akan membuat pemillik warung menderita kerugian. Karena mungkin harga yang dipatok adalah harga untuk yang porsi banyak.
Untuk yang kedua kali saya kembali kaget ketika membayar biaya makan. Sebab biaya makan untuk tiga orang dengan menu berbeda hanya  Rp. 25.000,-. Kalau di daerah saya dengan uang 25 ribu mungkin hanya cukup untuk makan satu atau dua orang. Tapi sesuai dengan pepatah 'Lain padang lain belalang, lain lubuk lain ikannya' Ini adalah pengalaman menarik hari pertama saya berada di Kota Gudeg ini.
Yogyakarta, 29 Nopember 2013.

Kamis, 28 November 2013

Awas!, Para Caleg Mulai Tebar Pesona!

Sumber foto: www.itoday.co.id
Pada saat rehat sebentar di sebuah warung di pinggir jalan provinsi untuk melepas lelah dan minum segelas teh hagat dalam perjalanan dari Kandangan ke Banjarbaru saya berjumpa dengan rombongan caleg dari sebuah partai peserta pemilu 2014. Tak tanggung-tanggung ternyata saya berjumpa langsung dengan salah satu caleg DPR RI yang jauh-jauh datang dari Jakarta. Orangnya ramah dan murah senyum. Setelah berkenalan dan berbasa-basi saya pun mendapat beberapa lembar kalender 2014 dan kartu nama sang caleg (lumayan menghemat pengeluaran untuk beli kalender). Di akhir pertemuan akhirnya saya dibayarkan minum oleh si caleg. Nggak nyangka rezeki saya didatangkan langsung dari Jakarta. Sebelum pamit si caleg mohon doa dan dukungannya tapi Alhamdulillah tidak ada kata 'minta coblos'. Kalau cuma minta doa, ya saya doakan. Kalau minta dukung ya saya dukung dengan doa. Hehe.
Kalo dipikir-pikir, emang sekarang lagi musimnya para caleg 'tebar pesona'. Mengapa saya berkata demikian? Orang yang dulunya tidak pernah terdengar kiprahnya, eh sekonyong-konyong muncul ke permukaan. Ada yang memberikan pengobatan gratis, membagi kalender, membantu pembuatan kartu sehat, membantu tempat-tempat ibadah dengan mengajak wartawan untuk meliput, membantu memasangkan listrik dan ledeng gratis serta banyak lagi hal lain yang sifatnya pencitraan.
Nah, lantas sebagai pemilih apa yang harus kita lakukan? Begitu banyak anjuran yang dapat kita lakukan sebagai pemilih. Ada yang menganjurkan 'Ambil uangnya, jangan pilih orangnya', ada juga yang berprinsip, 'yang penting siapa yang memberi paling banyak itu yang dipilih, toh nanti kalau sudah terpilih siapa yang bisa menjamin mereka akan ingat kepada pemilihnya?'. Ada juga yang menganjurkan golput aja, sebab sudah muak dengan tingkah para 'wakil rakyat' yang seharusnya menjadi orang nomor 2 setelah rakyatnya. Atau mungkin inilah satu-satunya 'wakil' yang lebih hebat dari orang nomor 1. Saya pribadi tidak ikut dengan ketiga anjuran di atas.
Kalau kamu memang ingin memilih dan tetap ingin menjadi pemilih yang cerdas dan idealis, maka tips berikut mungkin dapat kamu lakukan sebelum memutuskan caleg yang akan kamu pilih.

1. Tentukan partainya
Tentukan partai yang sesuai dengan ideologi kamu, apakah kamu seorang yang nasionalis atau agamis. Pelajari ideologi, visi dan misi dari partai yang akan dipilih. Sebab ini akan menentukan kemana bangsa ini akan dibawa dan kamu punya andil satu suara.

2. Tentukan calegnya
Setelah kamu menentukan partai yang sesuai dengan keinginanmu, baru menentukan caleg yang akan dipilih baik untuk tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten. Kalau tidak menemukan caleg yang cocok bisa juga kita memilih caleg dari partai lain yang tentunya masih memiliki kesamaan ideologi, visi dan misi dengan partai yang kamu pilih.

3. Cari informasi tentang caleg pilihan
Carilah informasi yang sebanyak-banyaknya tentang caleg yang akan kamu pilih. Itulah sebabnya lebih baik memilih caleg yang sudah kita kenal track recordnya agar kita tidak seperti membeli kucing dalam karung.

Selain itu perlu juga kita tahu berapa besar pengsilan sah seorang caleng selama 5 tahun kalau dia sudah terpilih dan berapa besar biaya kampanye yang dia keluarkan. Kalau biaya yang dikeluarkan ternyata lebih besar dari penghasilan normal seorang anggota DPR/DPR RI, maka patut dipertanyakan kemana dia akan mencari pengganti biaya kampanyenya. Jadi, tetaplah menjadi 'PEMILIH CERDAS'

Minggu, 24 November 2013

Dalam Pelukan Rindu

Rasa ini menusuk indah. Dalam sendiri kucumbui sepi. Tetap saja peluknya tak sehangat jiwamu yang menebar wangi cinta. Kuhirup lembut aroma kesejukan tatapmu hingga basah pelatar jiwa dalam redup senja yang mulai beranjak pergi.