Senin, 21 Oktober 2013

Membuat Gambar Bangun Datar Menggunakan Paint

Sebagian besar guru di sekolah dasar menggunakan program Microsoft Word untuk membuat dokumen yang berhubungan dengan tugasnya sehari-hari. Salah satunya adalah membuat alat evaluasi pembelajaran berupa soal baik soal latihan, maupun soal ulangan. Kesulitan yang sering dihadapi adalah pada saat guru ingin membuat soal matematika yang berhubungan dengan gambar baik bangun datar maupun bangun ruang.
Microsoft word memang menyediakan pilihan bangun datar dan bangun ruang yang lengkap. Tapi beberapa hal yang sering dikeluhkan kawan-kawan guru adalah kesulitan pada saat ingin menggabungkan beberapa objek misalnya menggabungkan beberapa gambar dan teks. Sehingga pada saat gambar tersebut digeser teks yang seharusnya ikut tergeser ternyata tidak bergeser sehingga gambar yang dibuat tidak sesuai harapan.
Berikut ini saya coba berbagi alternatif lain untuk menggambar bangun datar/ruang menjadi satu kesatuan dengan teks tanpa melalui proses grouping tapi menggunakan program 'Paint' yang juga merupakan bawaan Windows digabungkan dengan 'Word' sebagai aplikasi pembuat dokumen. Langsung disimak aja.
1. Kita mulai dari membuka program 'paint
Start > All program > Accessories > Paint, silakan lihat gambar berikut!
Klik foto untuk memperbesar

Maka akan muncul area halaman untuk membuat gambar seperti gambar berikut.

2. Klik gambar bangun datar yang ingin dibuat.
 Misalnya bangun persegi panjang. Kemudian klik dan geser pada halaman atau area gambar

 3. Mengcopy gambar yang telah diberi teks.
Copy gambar tersebut dengan mengklik menu 'select' kemudian kita pilih/select gambar yang ingin dicopy dengan cara klik dan geser pada area gambar. Kemudian klik kanan > copy.

 4. Memindah gambar ke microsoft word
Buka dokumen pada pada word, kemudian klik kanan dan pilih 'paste'. Inilah gambar yang sudah kita pindahkan ke dokumen microsoft word yang merupakan satu kesatuan antara gambar dan teks.

Oke, itu saja dulu yang dapat saya bagikan, semoga ada manfaatnya. Terus belajar!!!

Minggu, 13 Oktober 2013

Inilah 4 Rekor yang Diraih Garuda Muda U-19


"Tak ada yang tak bisa dikalahkan kecuali Tuhan" (Evan Dimas-Kapten Timnas U-19)
Menaklukkan Korea Selatan 3-2 (foto: bola.liputan6.com)


1. Tim yang mampu menggetarkan  warung, gardu, dan rumah rakyat Indonesia secara serempak.
 Inilah tim yang mampu membuat puluhan juta rakyat Indonesia bersorak secara serempak ketika gol-gol cantik mereka lesakkan ke gawang lawan. Tim yang diarsiteki Indra Sjafri ini mampu memacu adrenalin masyarakat Indonesia yang menyaksikan pertandingan-pertandingan yang mereka lakoni. Mulai dari Piala AFC 2013 sampai Kualifikasi AFF yang baru saja usai dan mengantarkan mereka melenggang sukses ke putaran final Piala AFF U-19 2014 di Myanmar.

2.Tim pelepas dahaga gelar
Di piala AFC mereka berhasil meraih prestasi tertinggi dengan menjuarai kompetisi tersebut. Hal ini sekaligus melepas dahaga gelar yang dirasakan sepak bola negeri ini selama 22 tahun. Sebuah penantian yang cukup panjang untuk mendapatkan sebuah gelar tertinggi dari sebuah turnamen.

3. Tim tanpa campur tangan asing
Ada yang menarik dari timnas U-19 ini dibanding timnas seniornya yakni tim ini sepenuhnya diisi oleh putra-putra bangsa yang direkrut oleh  Indra Sjafri dari berbagai daerah di Indonesia. Beda dengan seniornya yang diisi oleh beberapa pemain naturalisasi. Tak ada yang salah dengan naturalisasi jika saja prestasi yang ditunjukkan membanggakan kita. Tapi apalah artinya naturalisasi kalau kualitas permainan tetap jalan di tempat. Timnas Garuda Muda ini telah membuka mata kita ternyata kita memiliki talenta-talenta muda yang berkualitas dari berbagai pelosok negeri. Inilah tim 'tanpa campur tangan asing' baik dari segi pemain maupun pelatih.

Kegembiraan setelah mencetak gol (foto: jpnn.com)
4. Tim penakluk juara 12 kali AFF U-19 
Siapa yang tak kenal Korea Selatan? Raksasa sepak bola Asia ini memiliki rekor 12 kali Juara AFF U-19. Artinya lawan yang dihadapi Garuda Muda bukanlah tim abal-abal. Rupanya nama besar lawan tak membuat Evan Dimas dan kawan-kawan gentar. Meski kalah nama dan postur tubuh ternyata mereka mampu membungkam 'Ksatria Taeguk' dengan skor 3-2

Inilah "Garuda Muda", inilah "Garuda Jaya" yang menjadi tumpuan harapan seluruh penggila bola di Indonesia. Semoga tim ini tidak terseret ke area politik yang hanya akan membuat sepak bola Negeri ini kembali terpuruk. Bravo Timnas Garuda Muda, Bravo Sepak Bola Indonesia!!

Selasa, 08 Oktober 2013

Teka-Teki Logika

Kali ini saya akan berbagi hal ringan saja. Teka-teki berikut semoga dapat mengurangi kejenuhan di sela-sela rutinitas harian Anda. Langsung aja ke TKP!

Teka-teki 1
Ada seorang anak yang tinggal berseberangan sungai dengan ibunya yang sudah tua renta. Suatu hari Si Ibu mendadak sakit. Si anak ingin menjenguk ibunya. Sayang tidak ada jembatan di daerah itu. Dia hanya memiliki sebuah perahu. Ketika dia ingin menyeberang menggunakan perahunya, para tetangganya mengatakan dia sinting. Akhirnya dia mengurungkan niatnya. Karena teringat ibunya yang sakit dan tidak ingin diejek para tetangga akhirnya dia memutuskan untuk berenang. Baru saja dia mulai masuk ke air, para tetangganya kembali meneriakinya 'gila' dan dia kembali mengurungkan niatnya untuk menyeberang.
Sekarang coba Anda bantu bagaimana caranya agar si anak tadi bisa sampai ke seberang?

Teka-teki 2
Dalam sebuah perjalanan mengantarkan bantuan untuk korban gempa di suatu daerah terpencil, sebuah truk mendapati sebatang pohon durian yang tumbuh tepat di tengah-tengah jalan yang hanya bisa dilewati sebuah mobil. Truk tersebut tidak mungkin mengambil jalan ke samping karena di sebelah kiri terdapat jurang yang dalam dan di sebelah kanan tebing batu yang curam. Truk tersebut juga tidak membawa peralatan untuk menebang pohon. Sementara perjalanan yang ditempuh masih cukup jauh.
Bagaimanakah caranya agar truk tersebut dapat melanjutkan perjalanan?

Silahkan diskusikan di komentar ya. Jawabannya akan saya post di waktu yang akan datang.
Salam.

Minggu, 29 September 2013

Fakta Unik Cara Orang Menggambar Bebek

Setelah membaca sebuah artikel yang ditulis Pak Botaksakti di guraru.org, saya tertarik untuk melakukan survey kecil-kecilan. Karena hari libur maka akhirnya yang jadi korban survey ini adalah istri dan anak saya yng masih TK. Keduanya saya minta untuk menggambar seekor bebek di atas selembar kertas. Masing menggambar di tempat terpisah sehingga tidak bisa saling mencontek.
Berikut adalah hasil gambaran keduanya.
Ada yang unik dari hasil gambar di atas. Keduanya menggambar bebek dengan posisi menghadap ke kiri. Hal itu juga yang yang dialami oleh penulis artikel tersebut dalam sebuah kegiatan pelatihan. Hampir seluruh peserta pelatihan menggambarkannya dengan menghadap ke kiri. Mengapa bisa demikian. Ternyata hal ini berhubungan erat dengan mindset/pola pikir kita. Dari sejak sekolah dasar kita sudah dibiasakan untuk menggambar bebek yang dimulai dari angka 2 sehingga kebiasaan ini terbawa sampai kita dewasa tanpa kita sadari. Misalnya saja Anda saya suruh untuk menggambar sebuah pemandangan, maka saya yakin unsur yang tidak ketinggalan dalam gambaran Anda adalah dua buah gunung, ada matahari, dan ada jalan di antara dua gunung. Hayo ngaku... Hehehe.
Maka berhati-hatilah dengan sebuah perilaku yang akan menjadi sebuah kebiasaan. Pilihlah perilaku yang baik untuk menjadi pola pikir dan kebiasaan kita. Sebab sangat sulit untuk mengubah sesuatu yang telah menjadi mindset. Perlu perjuangan dan kerja keras untuk bisa keluar dari sebuah kebiasaan. Apalagi sebuah kebiasaan buruk. Semoga bermanfaat.